Part 4

63 6 0
                                    

"Kamu adalah cinta yang pantas untuk aku perjuangkan"-Myg

Brukkkkkk

Satu pukulan mendarat lagi di tubuh orang tersebut.

"Ma.. maaf" ucapnya terbata-bata dengan mulut penuh darah.

"Lo pikir dengan kata maaf lo itu Angel bisa langsung sembuh?" Ucap namja itu.

"Yoongi. Hyung. A..aku bener - bener ngga tau kalo Angel___"

Brakk

"Gua kecewa sama lo Jeon Jungkook! Dari dulu gua selalu ngalah. Gua selalu ngasih apapun yang lo suka. Gua selalu relain semua kebahagiaan gua buat lo. Bahkan sampai wanita yang sangat gua cintai, gua relain dia buat lo. Semua itu karena apa? Karena gua ngehargain lo sebagai adek tiri gua"
Ucap yoongi yang kemudian berjalan menuju sofa.

"Maksudmu apa hyung? Kamu suka sama Angel?" Jawab Jungkook sambil mengelap mulutnya dan perlahan berdiri.

"Iya"

"Lalu Son Wendy bukannya dia pacarmu? Sebenarnya perasaanmu untuk siapa hyung?" Ucap Jungkook yang sekarang sudah duduk di sofa sebelah Yoongi.

"Gua sayang sama Angel. Perasaan gua udah tumbuh sejak 10 tahun yang lalu. Awalnya kita cuma sahabat. Sampai akhirnya gua ngerasa ada yang aneh sama perasaan gua. Dan gua akui kalo gua emang sayang sama Angel lebih dari sahabat. Tapi gua sadar kalo perasaan gua salah. Gua, Angel, dan lo Jeon Jungkook. Kita itu sahabat sejak lama. Dan karena itu gua ngga mau ngerusak persahabatan kita. Makanya gua pendam perasaan gua."

"Hyung aku minta maaf ternyata___" belum selesai bicara Yoongi sudah memotong ucapan Jungkook.

"Dan gua kecewa sama lo. Hari diamana lo nembak Angel. Gua ada di sana. Gua liat semuanya. Dan gua kecewa karena lo ternyata berkhianat. Tapi gua ngga bisa apa-apa. Karena gua juga ngga punya hak ngelarang. Jadi gua cuma bisa jagain Angel dari jauh___

___dan lo pasti bertanya kenapa gua jadian sama wendy. Gua ngga cinta sama dia. Gua frutasi karena gua ngga berani ngungkapin perasaan gua ke Angel. Akhirnya gua mutusin pacaran sama Wendy cuma buat pelarian dan ngelupain Angel. Tapi nyatanya gua ngga bisa."

"Hyung.. oke aku hargai perasaanmu ke Angel. Tapi hyung aku ngga bisa nglepasin Angel. Karena aku nembak Angel semuanya dari hati. Jadi terserah kamu mau kaya apa sama aku. Jujur Angel udah berarti banget buat aku" ucap Jungkook sambil berjalan gontai ke arah kamar.

Tiba-tiba ada tangan yang mendarat di pundak Jungkook, seketika langkah jungkook terhenti.

"Ngga!! Lo udah nyakitin dia bahkan disaat dia lagi kekurung di gudang aja lo ngga ada! Ini yang namanya pacar? Udah lah gua ngga percaya lagi sama lo. Lo harus jauhin Angel"

"Maaf hyung tapi aku ngga bisa. Okeh gini aja kita saingan secara sehat. Siapapun nantinya yang ngga di pilih sama Angel dia harus nerima" tawar Jungkook

"Okeh. Gua yakin gua bakal dapetin Angel!" Ucap Yoongi sambil tersenyum dan menampakkan deretan giginya. Dan di balas senyuman juga oleh Jungkook.

Jungkook melanjutkan langkahnya menuju kamar. Sedangkan Yoongi masih setia menatap punggung Jungkook sampai akhirnya dia hilang di balik pintu.

Yoongipun berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai 2. Kamar dengan dinding berwarna putih. Dan kasur yang cukup lebar. Serta terdapat lampu gantung kristal yang berada di tengah ruangan menambah kesan mewah di kamar Yoongi. Di depan tempat tidur terdapat sofa kecil yang sangat nyaman untuk bersantai. Di sebelah kiri sofa tersebut terdapat meja belajar, dan beberapa set alat musik. Dan tentu saja jangan lupakan boneka Kumamonnya. Mereka selalu ada di tempat tidur Yoongi. Seolah mereka seperti penjaga Yoongi ketika tidur.

          

Sudah sangat wajar jika seorang Min Yoongi berada di antara kemewahan. Ayah Min Yoongi adalah pemilik perusahaan Min Corp yang cabangnya tersebar di seluruh dunia. Dan perusahaan ini sangat terkenal di Korea. Min Yoongi merupakan pewaris tunggal dari perusahaan Ayahnya. Meskipun ayah Min Yoongi sudah menikah dengan Ibu dari Jungkook tapi tetap saja bagi ayah Min Yoongi hanyalah Yoongi yang berhak atas hartanya. Jungkook akan tetap menerima warisan tapi hanya beberapa persen saja.

Yoongi membanting tubuhnya di atas kasur. Matanya menatap langit-langit kamarnya.

"Angel...apa aku gila? Kenapa malah wajahmu yang muncul di langit-langit kamarku" gumam Yoongi.

Tiba-tiba handphone Yoongi berbunyi dan menampakan pesan.

Line (10)

Son Wendy (10)

"Mengganggu"
Ucap Yoongi dan membuang handphonenya entah kemana.

Yoongi Pov

"Angel kamu ngga papa? Apa aku hubungin chanyeol? Oke lah"

"Ellahh hpku kemana? Perasaan tadi di lempar ke sofa ko kaga ada. Masa iya di bawa tikus. Serem amat di kamarku ada tikusnya. Kira - kira itu tikus cewe apa cowo yah? Kenapa fikiranku jadi aneh gini"

Kemana coba. Udah di cari kemanapun ngga ada juga tuh hp. Akhirnya terpaksa lah pake telepon rumah. Tapi kan aku ngga hafal nomornya chanyeol.

Kringggg kringggg

085747301***

Callingg

"Ya hallo?"
"Yoongi. Gua chanyeol cuma mau ngabarin klo Angel besok udah boleh pulang. Makasih ya udah jagain adek gua"
"ooh syukur lah. Sama-sama"
"Ya udah gua cuma ngasih kabar doang. Gua tutup ya"
"Okeh"

Tutttt tutttt tutttt

"Syukur deh berarti kamu baik-baik aja. Kalo kamu udah baikan gini kan aku jadi tenang"

Aku kembali ke kasur kesayangan. Dalam hitungan detik akupun udah bisa tidur pulas.

Author Pov
06.00 KST

"Tuan Yoongi. Sudah pagi. Tuan harus berangkat ke sekolah"

"Hemmm"

"Tuan saya sudah menyiapkan sarapan dan Tuan Jungkook sudah menunggu di bawah"

"Ya"

Yoongi membuka matanya yang sangat lelah. Mencoba bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.

06.30 KST

Yoongi yang sudah selesai bersiap-siappun turun ke bawah untuk sarapan dengan Jungkook. Soal Yoongi dan Jungkook yang merupakan sodara masih belum ada yang tahu. Mereka seakan bungkam tentang hal tersebut.

Yoongi menarik kursinya dan duduk di depan Jungkook. Dia mengambil roti panggang dengan selai kacang yang sudah di siapkan. Yoongi adalah tipe orang yang tidak terlalu suka hal yang ribet. Untuk makananpun dia tidak pernah pilih-pilih.

Ruang makan tiba-tiba menjadi mati. Tak ada kata-kata apapun yang mereka ucapkan. Semua diam dan fokus dengan fikiran masing-masing.

"Hyung.."
Ucap jungkook memecah keheningan.

"Hemm"

"Bisakah kita bersikap biasa. Kenapa suasananya terasa sangat canggung."

"Canggung? Perasaan lo doang kali. Gua berangkat duluan." Ucap Yoongi dan berlalu meninggalkan Jungkook yang masih berkutat dengan sarapannya.

07.00 KST

Min Yoongi sudah sampai di sekolahnya. Banyak wanita yang memandangnya kagum. Iya siapa yang tidak mengidolakannya. Hampir semua wanita berebut untuk menjadi pasangannya.

Brukkk

"Ahhh mian aku buru-buru sampai tak melihatmu. Aku akan membersihkannya" ucap seorang yeoja yang tak sengaja menabrak Yoongi dan menumpahkan kopi yang di pegangnya di baju Yoongi.

"Mata lo diamana? Makanya kalo jalan tuh pake mata. Baju gua basah nih" bentak Min Yoongi.

"Min Yoongi? Kamu... Min Yoongi kan?" Jawab yeoja itu kaget ketika melihat Yoongi.

"Elo.." ucap Min Yoongi tak kalah kaget.

.


.

.

Makasih udah mau mampir ke ffku😊 ini ff pertama jadi maaf kalo masih gaje. Jangan lupa kasih bintang ya. Biar aku semangat nulisnya😄.

Love Maze-MYGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang